Kamis, 24 Januari 2008

Pa....


Ingat sekali waktu kecil....

Waktu papa masih ada. Banyak yang kami lalui bersama.....ada yang menyebalkan dan pastinya senangnya yang banyak.

Masih ingat waktu papa marah dan saya melawan...itu saya sekitar 5 tahun.... papa marah lalu angkat baju dan ngancem mau minggat tinggalin saya dan mama yang waktu itu sedang sakit....Saya cuman liat papa masukan baju ke dalam tas dan pura-pura tidak akan merasa kehilangan...pada hal dalam hati ngeri banget.

Papa keluar dari kamar dan dengan cepat menghilang....
Saya masih diam liatin mama yang waktu itu sudah lemah sekali dan tidak bisa berbicara lagi...mama kena kangker otak dan kata doter mama tidak bisa di sembuhkan..kalau pun kangker di angkat, konon mama tidak akan bisa berkomunikasi lagi....mama akan seperti......mayat hidup.

Saya tahu waktu itu mama pasti lagi ketawa setengah mati dalam hatinya melihat anaknya yang ketakutan tapi gengsinya tinggi minta ampun
...saya duduk lipat tangan sambil membelakangi pintu, kali- kali aja papa berubah pikiran dan lagi ngintip- ngintip nunggu saya nangis, biasanya memang bagitu
1 detik......2 detik......30 detik.....koq tumben, biasanya papa tidak akan selama ini menunggu reaksi saya......1 menit....air mata sudah mulai membendung mau tumpah.....1 menit lebih, mama pura- pura tidak malihat saya..pura- pura tidur, mama memang tidak bisa berdiri paling cuman duduk...tapi setidaknya jangan pura- pura tidur di saat- saat seperti ini dong ma....

dan benar saja.....balum juga genap 3 menit "minggat pura- pura papa"-begitu saya menamakannya- saya sudah ambil jurus 1000 langkah dengan 1111 angka yang tercipta di wajah saya.......
saya lari ke pintu gerbang asrama (waktu itu kami tinggal diasrama tempat papa dan mama sekolah dulu) dan....

"PAPA.....A...........A..........A....." saya memanggil beberap kali tapi tidak ada jawaban

....tangisan saya semakin menjadi...

saya menelusuri satu persatu penghuni asrama setempat mencoba bertanya tentang seorang laki- laki berwajah timor kental komplit dengan rambut keriting yang menyumbul hebat bertahi lalat di pipi yang juga berambut tapi lumayan cakep sambil bawa tas dan terlihat ingin kabur dari istri dan anak semata wayangnya.....
dari hasil bertanya keliling di malam hari itu saya mendapatkan jawaban kompak dari semua tetangga kami

"Tidak......"

kenapa kalian juga harus kompak malam- malam begini??

Sambil berjalan dengan wajah yang penuh dengan kesedihan tak ternilai sertal menoleh kanan dan kiri saya kembali ke kamar dengan muka yang menahan tangis, takut ada teman satu asrama yang liat, saya kembali ke kamar........

Tiba- tiba mata saya tertuju pada sekelompok orang yang duduk di pojok asrama, gelap-gelapan dan terlihat mencurigakan sambil tertawa.
kecurigaan saya terjawab saat seorang pria yang sedang memikul tas keluar dari belakang kelompok "gelap-gelapan" itu

Dialah Diogenes Nanggula.....seorang ayah yang dengan tega telah menjadi kan anaknya intel pencari orang dadakan malam itu.

"cari sapa de'??? " papa saya bertanya sambil tersenyum geli melihat wajah saya yang sedih tapi masih gengsi
singkat cerita saya lari ke pelukan papa, di gendong dan........beliau telah tahu akibat dari mempermainkan perasaan seorang anak kecil, tidak banyak........hanya beberapa gigitan di bahu dan tinju yang bertubi- tubi ke arah wajah......dan kami pulang kembali mendapatkan mama yang sedang buka mata...tuh kan dugaan saya tidak salah, mama pura- pura tidur......

Banyak hal seperti itu yang sering terjadi....

Sampai akhirnya mama di panggil Tuhan bulan maret 1991.
Saya sangat sedih dan terpukul. Waktu itu saya hanya punya papa saja....

Semenit pun saya tidak mau berpisah dengn papa...di mana papa di situ ada saya.

Sampai akhirnya saya masuk TK...St. Fransiskus.

Dari semua orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, hanya papa yang paling ganteng.....bukannya apa- apa, hanya papa yang laki- laki di sana, yang lainnya ibu- ibu.....

Masih ingat waktu kepala papa muncul dari balik jendela kelas, hanya untuk kasih tahu bahwa papa nunggu di luar dan tidak akan pulang sebelum kelas kami bubar jam 11.30 wib. Pada hal di depan sekolah ada tulisan "orang tua hanya mengantar sampai di sini"........jadi jangan tanya dari mana saya bisa bandel dan paling sering melanggar peraturan....

Masih ingat waktu saya minta papa untuk ganti nama dari yosi jadi steven, nama yang dulu keren menurut saya..........

Masih ingat waktu saya ikut lomba gerak jalan antar SD, papa ngikutin saya terus pake motor dan terus kasih support untuk saya.....tapi waktu saya minta air minum malah di kasih permen karet.

Masih ingat waktu saya ikut lomba melukis antar SD mewakili kabupaten kami, dan mengharuskan saya tinggal di kabupaten lain dengan jarak yang jauh dari kota saya bersama teman- teman dari berbagai sekolah di kota saya. Kami tinggal di kantor pengadilan dengan tidur lesehan beralas tikar. Berangkatnya aja naik truk kayu yang terbuka lebar.....kamar mandi ada sih, tapi namanya juga anak- anak lebih suka bak mandi yang lebih besar atau tepatnya....sungai.
Waktu pulang mandi dari sungai, guru pembimbing kami bilang....."yosi...coba lihat siapa yang datang"
saya senang minta ampun....karena dari sekian puluh anak yang ada di situ, hanya saya yang di kunjungi orang tuanya.
Papa datang pakai motor (bayangkan jaraknya mungkin sekitar 100 kiloan) dan bawa donat....that is my favourite cake, before i know avocado mouse.
Tapi akhirnya yang makan guru- guru pembimbing dan saya kebagian buang bungkusannya.
Habis melepas kangen papa langsung pulang. Padahal sudah magrib dan papa pasti sampainya malam di kota kami....Tapi mau bela- belain dateng.

Banyak kenangan dengan papa yang saya lewati.....nyanyi bersama (perlu di ketahui bahwa papa jago main gitar) papa pakai suara tiga dan saya suara satu, suara papa bagus banget, sampai sekarang saya selalu merindukan saat- saat seperti ini
Karena papa juga akhirnya saya berani bernyanyi di depan umum.......

Tahun 1998 saya dapat mama baru..yang sekarang telah menjadi mama yang mendoakn dan mendorong saya dngan pantang mundur

Tahun 2000 saya punya adik cewek. Lidya Irene Putri Nanggula....yang jadi alasan kedua untuk saya harus tetap hidup dan kerja banting tulang...setelah Tuhan Yesus di urutan pertama tentunya...i love her very much

Dan sampai akhirnya papa tidak bisa main gitar dan nyanyi dengan saya lagi karena papa harus pulang ke surga 4 Juni 2005..............

sampai sekarang saya sangat merindukan kehadiran papa.....
Tapi saya yakin satu saat saya pasti akan bertemu papa, di satu tempat yang menjadi dambaan setiap orang.........

I love you dad.....

Selasa, 08 Januari 2008

MaSih KaMu part 2


Pagi tadi..........................

"yos.....kakak lagi sedih" Kak Reni pagi- pagi sudah curhat

"kenapa??...cantikkan aku dari kakak?? atau ternyata kakak lebih ganteng dari aku??" saya jawab asal sambil buru- buru kerja supaya tidak ketemu bu Ira, bukan apa-apa....kalau ketemu bu Ira pasti kerjaan yang cuman satu bisa beranak jadi empat belas.....

"bukan...denger dulu.."

"iya ...apa??"

" kakak mau di tinggal sama gebetan kakak....." kak Reni sedih

"Ooo...kemana?? ada job??"

" Jakarta.. dia di tawarin jadi model Rokok M*****o"

" wah bagus dong....lama- lama kan bisa jadi artis..." saya masih tetep asik dengan kerjaan.

" koq kamu bilang gitu?? kakak nangis semalaman loh...."

" udah kalau jodoh ngga bakal kemana....yang penting udah saling ikat cinta.."

" Ikat cinta apanya??....ngomong ai lof yu aja belum pernah..."

" Hah?????? sama kaya saya dong" saya membatin

"Ooooo kalau aku jadi kakak, aku bilang aja kalau aku suka....kan beres, dari pada tersiksa.."
pada hal saat ini saya tengah mengalami hal yang lebih berat dari pada kasus kak Reni dan.....mungkin sudah terlambat karna mungkin di sana dia sudah ada yang punya!!!!!

"emang pernah sih kakak bilang kalau kakak sayang sama dia..." kak Reni nyambung lagi

" tapi hanya sekedar bilang sayang saja....."

" yah mending kakak semepet bilang sayang....dari pada aku, jangankan bilang sayang....ngobrol aja sudah seperti ketemu setan...." saya coba menhibur teman saya ini.

" tapi kenapa kakak ngga bilang cinta saja??"

" gengsi......"

Percakapan kami putus gara- gara Chef Neil membunyikan bel tanda kami harus refil breakfast.
Setelah itu kami saling ngejek dan nyanyi lagunya Republik yang sperti ini liriknya
Oo aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersama mu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku di sisa akhir nafas hidupku Oooo
Dan saya ingat lagu ini adalah lagu yang saya nyanyikan waktu saya tidak mampu menyatakan perasaan saya terhadap seseorang yang sampai saat ini masih ada di hati saya.

Habis itu saya tertawa.....
" apa yang lucu?? sedih tau..." kak Reni jengkel
" seneng aja dapat temen senasib....cinta tapi ngga berani ngomong.....ha....ha....."

Percakapan yang singkat karena banyak pekerjaan namun menyenangkan.

Untuk kau yang di sana....hatiku masih sama seperti saat aku meninggalkan mu tanpa mengucapkan bahwa aku cinta padamu....

Senin, 07 Januari 2008

Masih Kamu


Sampai saat ini masih tetap kamu........
Sempat terpikir olehku bahwa tanpa mu di sini bisa membuatku bernafas lega karena kau jauh di sana.....
Tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Kau slalu ada di seiap sudut mata memandang.

Sempat ku berpikir untuk mencari pengganti mu di sini....di tempat ini untuk menemani khayalku saat pikiranku mulai nakal dengan fantasinya.....
Namun memori tentang pernah adanya dirimu di hatiku menghancurkan semua usaha yang setengah mati ku lakukan.

Kau tau sayang......semakin ku coba untuk melupakan mu...
maka semakin aku cinta padamu....
Kau tidak tahukan kalau aku suka padamu??
Ya.......memang aku selalu tidak punya keberanian yang seperti itu.

Kalau kau mau bilang aku pengecut dalam hal menyatakan cinta, maka dengan senang hati aku menerima pujian yang merupakan satu penghormatan bagiku itu..... karna yang mengatakannya adalah orang yang bisa membuat aku menjadi sepengecut seperti ini.

Kalau semua pujangga menyanyikan "1001 satu malam bersama yang tercinta", maka aku punya lebih dari 2002 malam bersama mu...ya benar.....tanpa mengucapkan kalimat terpendek dengan makna yang panjang.....I lOve U

Banyak hal yang terjadi yang membuatku ingin kamu berada di sini.
Kamu tahu sayang...aku benar- benar cinta kamu


i'll come 2 u...just waiting for 10 month k??