
Ingat sekali waktu kecil....
Waktu papa masih ada. Banyak yang kami lalui bersama.....ada yang menyebalkan dan pastinya senangnya yang banyak.
Masih ingat waktu papa marah dan saya melawan...itu saya sekitar 5 tahun.... papa marah lalu angkat baju dan ngancem mau minggat tinggalin saya dan mama yang waktu itu sedang sakit....Saya cuman liat papa masukan baju ke dalam tas dan pura-pura tidak akan merasa kehilangan...pada hal dalam hati ngeri banget.
Papa keluar dari kamar dan dengan cepat menghilang....
Saya masih diam liatin mama yang waktu itu sudah lemah sekali dan tidak bisa berbicara lagi...mama kena kangker otak dan kata doter mama tidak bisa di sembuhkan..kalau pun kangker di angkat, konon mama tidak akan bisa berkomunikasi lagi....mama akan seperti......mayat hidup.
Saya tahu waktu itu mama pasti lagi ketawa setengah mati dalam hatinya melihat anaknya yang ketakutan tapi gengsinya tinggi minta ampun
...saya duduk lipat tangan sambil membelakangi pintu, kali- kali aja papa berubah pikiran dan lagi ngintip- ngintip nunggu saya nangis, biasanya memang bagitu
1 detik......2 detik......30 detik.....koq tumben, biasanya papa tidak akan selama ini menunggu reaksi saya......1 menit....air mata sudah mulai membendung mau tumpah.....1 menit lebih, mama pura- pura tidak malihat saya..pura- pura tidur, mama memang tidak bisa berdiri paling cuman duduk...tapi setidaknya jangan pura- pura tidur di saat- saat seperti ini dong ma....
dan benar saja.....balum juga genap 3 menit "minggat pura- pura papa"-begitu saya menamakannya- saya sudah ambil jurus 1000 langkah dengan 1111 angka yang tercipta di wajah saya.......
saya lari ke pintu gerbang asrama (waktu itu kami tinggal diasrama tempat papa dan mama sekolah dulu) dan....
"PAPA.....A...........A..........A....." saya memanggil beberap kali tapi tidak ada jawaban
....tangisan saya semakin menjadi...
saya menelusuri satu persatu penghuni asrama setempat mencoba bertanya tentang seorang laki- laki berwajah timor kental komplit dengan rambut keriting yang menyumbul hebat bertahi lalat di pipi yang juga berambut tapi lumayan cakep sambil bawa tas dan terlihat ingin kabur dari istri dan anak semata wayangnya.....
dari hasil bertanya keliling di malam hari itu saya mendapatkan jawaban kompak dari semua tetangga kami
"Tidak......"
kenapa kalian juga harus kompak malam- malam begini??
Sambil berjalan dengan wajah yang penuh dengan kesedihan tak ternilai sertal menoleh kanan dan kiri saya kembali ke kamar dengan muka yang menahan tangis, takut ada teman satu asrama yang liat, saya kembali ke kamar........
Tiba- tiba mata saya tertuju pada sekelompok orang yang duduk di pojok asrama, gelap-gelapan dan terlihat mencurigakan sambil tertawa.
kecurigaan saya terjawab saat seorang pria yang sedang memikul tas keluar dari belakang kelompok "gelap-gelapan" itu
Dialah Diogenes Nanggula.....seorang ayah yang dengan tega telah menjadi kan anaknya intel pencari orang dadakan malam itu.
"cari sapa de'??? " papa saya bertanya sambil tersenyum geli melihat wajah saya yang sedih tapi masih gengsi
singkat cerita saya lari ke pelukan papa, di gendong dan........beliau telah tahu akibat dari mempermainkan perasaan seorang anak kecil, tidak banyak........hanya beberapa gigitan di bahu dan tinju yang bertubi- tubi ke arah wajah......dan kami pulang kembali mendapatkan mama yang sedang buka mata...tuh kan dugaan saya tidak salah, mama pura- pura tidur......
Banyak hal seperti itu yang sering terjadi....
Sampai akhirnya mama di panggil Tuhan bulan maret 1991.
Saya sangat sedih dan terpukul. Waktu itu saya hanya punya papa saja....
Semenit pun saya tidak mau berpisah dengn papa...di mana papa di situ ada saya.
Sampai akhirnya saya masuk TK...St. Fransiskus.
Dari semua orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, hanya papa yang paling ganteng.....bukannya apa- apa, hanya papa yang laki- laki di sana, yang lainnya ibu- ibu.....
Masih ingat waktu kepala papa muncul dari balik jendela kelas, hanya untuk kasih tahu bahwa papa nunggu di luar dan tidak akan pulang sebelum kelas kami bubar jam 11.30 wib. Pada hal di depan sekolah ada tulisan "orang tua hanya mengantar sampai di sini"........jadi jangan tanya dari mana saya bisa bandel dan paling sering melanggar peraturan....
Masih ingat waktu saya minta papa untuk ganti nama dari yosi jadi steven, nama yang dulu keren menurut saya..........
Masih ingat waktu saya ikut lomba gerak jalan antar SD, papa ngikutin saya terus pake motor dan terus kasih support untuk saya.....tapi waktu saya minta air minum malah di kasih permen karet.
Masih ingat waktu saya ikut lomba melukis antar SD mewakili kabupaten kami, dan mengharuskan saya tinggal di kabupaten lain dengan jarak yang jauh dari kota saya bersama teman- teman dari berbagai sekolah di kota saya. Kami tinggal di kantor pengadilan dengan tidur lesehan beralas tikar. Berangkatnya aja naik truk kayu yang terbuka lebar.....kamar mandi ada sih, tapi namanya juga anak- anak lebih suka bak mandi yang lebih besar atau tepatnya....sungai.
Waktu pulang mandi dari sungai, guru pembimbing kami bilang....."yosi...coba lihat siapa yang datang"
saya senang minta ampun....karena dari sekian puluh anak yang ada di situ, hanya saya yang di kunjungi orang tuanya.
Papa datang pakai motor (bayangkan jaraknya mungkin sekitar 100 kiloan) dan bawa donat....that is my favourite cake, before i know avocado mouse.
Tapi akhirnya yang makan guru- guru pembimbing dan saya kebagian buang bungkusannya.
Habis melepas kangen papa langsung pulang. Padahal sudah magrib dan papa pasti sampainya malam di kota kami....Tapi mau bela- belain dateng.
Banyak kenangan dengan papa yang saya lewati.....nyanyi bersama (perlu di ketahui bahwa papa jago main gitar) papa pakai suara tiga dan saya suara satu, suara papa bagus banget, sampai sekarang saya selalu merindukan saat- saat seperti ini
Karena papa juga akhirnya saya berani bernyanyi di depan umum.......
Tahun 1998 saya dapat mama baru..yang sekarang telah menjadi mama yang mendoakn dan mendorong saya dngan pantang mundur
Tahun 2000 saya punya adik cewek. Lidya Irene Putri Nanggula....yang jadi alasan kedua untuk saya harus tetap hidup dan kerja banting tulang...setelah Tuhan Yesus di urutan pertama tentunya...i love her very much
Dan sampai akhirnya papa tidak bisa main gitar dan nyanyi dengan saya lagi karena papa harus pulang ke surga 4 Juni 2005..............
sampai sekarang saya sangat merindukan kehadiran papa.....
Tapi saya yakin satu saat saya pasti akan bertemu papa, di satu tempat yang menjadi dambaan setiap orang.........
I love you dad.....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar